Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pola pikir generasi muda.
“Media tidak boleh berdiri sendiri. Sinergi dengan komunitas kepemudaan seperti CMP adalah langkah strategis agar ruang digital tidak dipenuhi konten negatif, melainkan diisi dengan gagasan, karya, dan gerakan positif yang lahir dari anak-anak muda,” tegas Dadang.
Ia menambahkan, kolaborasi semacam ini menjadi penting untuk mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, produktif, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah arus digitalisasi yang kian masif.
Kegiatan buka puasa bersama ini, sekaligus menegaskan visi CMP untuk menjadi pusat penggerak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan produktif dalam menyongsong Generasi Emas 2045, dengan fokus pada penguatan kemandirian ekonomi, kesehatan dan pangan.













