Tasikmalaya, BEDAnews
Program pemerintah yang selalu mengembar–gemborkan tentang kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, ternyata belum secara merata bisa dirasakan masyarakat di daerah, setidaknya bagi masyarakat desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.
Diungkapkan kepala desa Kiarajangkung, Asep Wawan, S.Sos yang ditemui Bedanews.com di kantornya, Selasa (21/5), bahwa di desanya masih ada sekitar 100 rumah tidak layak huni yang membutuhkan perbaikan segera, namun belum juga ada perhatian pemerintah.
Seorang warga, Enok Kurniasih, janda anak 2, warga Kampung Sirnamanah RT 01/RW 05 Desa Kiarajangkung yang rumahnya dalam kondisi memprihatinkan, ketika ditemui Bedanews.com di rumahnya, sangat mengharapkan perhatian dan bantuan permerintah.
“Rumah saya sudah rusak parah atap pada bolong, jadi kalau hujan bocor dimana-mana, bilik-bilik sudah pada jebol dan papan rumah kalau diinjak ngagalebros karena sudah lapuk dimakan usia, dan kalau sudah ada hujan angin saya merasa takut rumah ini rubuh dan sering terdengar kreyot-kreyot, saya berharap dapat segera diperbaiki dan dapat bantuan dari pemerintah secepatnya,” ujarnya.
Kepada Bedanews.com, Asep Wawan mengaku pihaknya telah melayangkan proposal bantuan kepada pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Saya sudah ajukan proposal dari 2010 s/d 2013 ini, tapi belum juga ada realisasinya, sementara masyarakat selalu mempertanyakan ke desa. Harapan saya kepada pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, agar segera ada realisasi aspirasi masyarakat kami,” ujarnya berharap. (Anton)











