Mas Yoyok sebagai pengurus Aliansi Bela Garuda, menyampaikan bahwa, gerakan ini merupakan respon generasi muda atas tantangan ideologis kontemporer. “Kami hadir bukan untuk menggantikan narasi lama, tetapi untuk menghidupkan kembali semangat Pancasila dalam bahasa zaman kami,” ujarnya.
Pak Yoyok menyatakan dukungan para penggiat penerapan nilai-nilai kebangsaan dan ini merupakan langkah sangat signifikan untuk disebarluarkan dari sabang sampai merauke baik di kota maupun di Desa untuk seluruh generasi untuk penanaman toleransi dari tingkat dasar sampai tingkat pendidikan tertinggi.
Seminar ini menjadi aksi simbolik dan politis: bahwa Pancasila harus kembali menjadi ideologi yang aktif, yang mampu menjawab tantangan zaman, bukan sekadar simbol administratif dalam teks negara. E-sertifikat, materi dan diskusi hanyalah instrumen; yang utama adalah semangat kolektif yang kembali menyala, menunjukkan bahwa, Pancasila belum mati, ia hanya menanti untuk dibangkitkan di ruang-ruang digital, sosial dan politik kita.












