Oleh karena itu, dirinya mendorong agar upaya sosialisasi terkait penutupan sementara Masjid Raya Al-Jabbar dapat lebih ditingkatkan, agar dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung.
“Dengan banyaknya wisatawan atau pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di luar Provinsi Jawa Barat ini membuktikan magnet Masjid Raya Al-Jabbar ini sangat kuat. Maka dari itu sosialisasi terkait kondisi Masjid Raya Al-Jabbar hari ini harus terus disampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kebingungan,” ucapnya.
Ketua DPRD Kota Bandung pun menyoroti perihal produksi sampah dari kunjungan wisatawan ke Masjid Raya Al-Jabbar selama ini yang berdasarkan informasi mencapai 2 ton per hari.
Hal itu menurutnya, perlu adanya penanganan khusus terkait pengelolaan sampah di Masjid Raya Al-Jabbar ke depannya. Termasuk semakin seringnya edukasi kepada masyarakat, terutama wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampahnya sembarang.













