Bukan hanya itu, lanjut Ia, prilaku korupsi terjadi karena tidak sabar melawan keinginan sahwatnya. Sehingga yang terjadi sipat serakah muncul untuk memperkaya diri sendiri dengan menghalakan segala cara.
“ Para koruptor bukan hanya di hukum secara pidana, tetapi harus juga di sentuh dengan aspek sufistik dengan Konsep Taubat.Sehingga timbul dari hati nya rasa menyesal dan tidak mengulangi perbuatan korupsi lagi.” terang Muhlas.
Dipaparkan Muhlas, hidup dengan menjaga kesucian hati, selalu sabar dan syukur Insya Allah hidup akan damai dan berkah.Sebab, Selalu dalam bimbingan dan rahmat Allah SWT.
“ Hidup selalu menjaga hati, dzikrullah, berprilaku qonaah dan zuhud merupakan hal yang utama supaya meraih kebahagian dunia akhirat.” Pungkasnya.*** har













