Ia menjelaskan, enam pilar yang terpasang di bagian bawah jembatan tidak hanya berfungsi memperkuat struktur, tetapi juga sebagai penahan potensi longsor di sekitar bantaran sungai.
Danrem mengungkapkan bahwa, jembatan kabel pancang tersebut dapat dilalui dua unit tossa secara bersamaan dengan muatan maksimal 1 ton per kendaraan. Dengan kapasitas tersebut, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga diharapkan menjadi lebih lancar.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, masyarakat Desa Bagorwetan dan Desa Puhkerep kini memiliki akses yang lebih aman, cepat, dan efisien. Sebagai bantuk rasa syukur, warga di sana turut menggelar acara syukuran dan do’a bersama di lokasi jembatan.
Mewakili warganya, Kades Bagorwetan, Sugeng Anto mengucapkan terima kasih atas terbangunnya jembatan kabel pancang tersebut.












