KAB. BANDUNG || bedanews.com — Hanya bisa berharap diraih segenggam asa di antara derai air mata, ketika seorang pedagang, Ato (50), mencurahkan semua isi hatinya sambil menangis kepada Ketua Kelompok Warga Pedagang Pasar (Kewarppa) Banjaran, H. Eman Suherman, Jum’at kemarin, 9 Juni.2023.
Dengan tersendat-sendat menceritakan kalau dirinya terus diintimidasi agar segera membongkar kiosnya, prilaku itu ternyata menyebabkan isterinya down dan sekarang jatuh sakit.
“Saya sekarang merasa bingung, dagangan sudah gak ada, kios di bongkar, isteri sakit keras, dan uang pun kekurangan,” katanya sambil menyusut air matanya.
Namun bisakah air mata kesedihan itu menjadi pelipur lara bagi dirinya, mungkinkah semua kisahnya bisa meluruhkan semua orang, ternyata Ato merupakan salah satu dari sekian orang atau puluhan orang yang kini sedang berurai air mata.
Seperti dikatakan Ketua Kewarppa, Eman Suherman, para padagang sekarang sedang keadaan tertindas. Keadilan tak lagi merata. “Tapi kita akan terus bertahan, sampai apa yang kami harapkan bisa terjadi,” ujar Eman.
Eman menambahkan, semua pedagang mendukung adanya revitalisasi Pasar Banjaran. Sebab itu jelas orientasinya untuk kebaikan semua pedagang terutama dalam memperbaiki perekonomian semua pedagang. Pedagang hanya takut kalau dikelola oleh pihak ketiga tidak sesuai dengan harapan atau mahal.
“Makanya kami meminta revitalisasi Pasar Banjaran dianggarkan melalui APBD atau APBN. Hanya itu saja permintaan kami,” ungkapnya.***













