Herman menekankan bahwa indikator keberhasilan sebuah desa tidak hanya dilihat dari proses, melainkan dari _outcome_ yang terukur, seperti tingkat kesejahteraan masyarakat, rendahnya angka kemiskinan, pengangguran, dan _stunting_.
Menurutnya, meskipun Jawa Barat memiliki 2.400 desa maju dari total 5.311 desa, tantangan besar masih terlihat dari tingginya tingkat pengangguran di desa, yaitu 6,9 persen, kemiskinan 7,4 persen, dan _stunting_ 21,7 persen.
“Dengan status perkembangan desa yang baik, seharusnya indikator-indikator kesejahteraan masyarakat juga membaik. Namun, fakta di lapangan masih menunjukkan adanya angka kemiskinan, pengangguran, dan _stunting_ yang tinggi. Ini artinya ada permasalahan yang perlu kita telaah lebih dalam,” jelas Herman.













