“Saya awalnya didatangi oleh para artis dan atlet serta pelaku UMKM. Mereka (pelaku umkm) bercerita sudah punya toko usaha, tapi saya selalu kalah dengan sarjana ekonomi karena saya hanya lulus SMA,” cerita Dr. H. Ricky.
Atas dasar pengalaman yang diceritakan tersebut, pihaknya memandang hal itu untuk bisa diakui melalui sertifikasi dan rekognisi.
“Mereka itu melakukan riset lho, bukan yang (instan) langsung jadi dan benar-benar melewati proses,” ungkapnya.
Untuk menampung hal itu, Yayasan YPKP Bandung memiliki dua lembaga yang mengakomodir kebutuhan tersebut. Lembaga formal melalui USB YPKP, dan untuk non formal nya SBI. Pengakuannya lewat sertifikasi.
“Jadi lapangan dia di-translate ke dalam akademisi, bagaimana bikin proposal, bagaimana bikin hasil riset. Jadi kegiatan dia selama yang dikerjakannya itu didokumentasikan jadi sebuah karya tulis,” terangnya.













