Perjalanan Arsitek di Indonesia akhirnya tiba di salah satu puncaknya ketika Fakultet Pengetahuan Teknik di Bandung dari Balai Perguruan Tinggi RI mendirikan Bagian Bangunan Umum (1950). Tujuannya, mendidik calon Insinyur Bangunan yang menguasai ilmu teknik sipil sekaligus memiliki pengetahuan estetika dan perihal bangunan utilitas, bangunan kota dan perumahan. Lambat laun, sejak 1960 jumlah perguruan tinggi Arsitektur terus tumbuh dan berkembang, dan kini telah mencapai 170 Perguruan Tinggi Arsitektur.
Menurut Georgius Budi Yulianto atau yang kerap disapa Bugar, Ketua Umum IAI sejarah terbentuknya IAI berawal dari dorongan situasi dan kondisi industri konstruksi yang pada saat itu kurang sehat. Arsitek tersohor F. Silaban, Liem Bwan Tjie, dan M. Soesilo beserta sebagian dari lulusan angkatan pertama Insinyur Bangunan berhasil membentuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Bandung, 17 September 1959.













