“Sebulan kami ditempatkan di ruangan kerja emergency (Alat Kelengkapan Dewan/AKD-red). Entah sampai kapan kami menempati ruang emergancy ini ? ” keluh Daddy.
Lebih lanjut dikatakannya, keterlambatan ruang kerja bagi anggota dewan tidak seharusnya terjadi. Karena dari jauh-jauh anggaran untuk renovasi ruang kerja bagi 120 anggota DPRD Jabar hasil Pileg 2019 sudah dianggarkan dalam APBD Murni 2019 yang disimpan dimata anggaran Sekretariat Dewan.
Sementara Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar, R. Yunandar Eka Perwira menyoroti kwalitas ruangan masing-masing anggota yang kurang rapih pekerjaannya.
“Masih banyak lantai ubin yang rusak, pecah, bolong dan goyah tidak melekat dengan baik. Beberapa pintu tidak tepat posisinya bahkan ada yang tidak bisa ditutup. AC belum bisa dipakai dan peralatan kerja belum ada,” katanya.









