• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Sebagian Obyek Wisata di Garut Belum Terkelola

Sebagian Obyek Wisata di Garut Belum Terkelola

Asep Budi by Asep Budi
21 April 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut, Yatie Rochayatie melalui Kepala Bidang Kepariwisataan, Herman Santoso menuturkan, pengembangan ODTW di Kabupaten Garut terkendala aksesibilitas menuju kawasan obyek wisata akibat buruknya kondisi infrastruktur.

Sekitar 9 sampai 12 ODTW punya potensi dikembangkan, dan masih memerlukan kajian. Kendalanya di beberapa ODTW terutama di infrastruktur. Seperti ke Taman Wisata Alam Kawah Gunung Papandayan. Aksesibilitas jalannya perlu perbaikan. Begitu juga ODTW lainnya perlu aksesibilitas lebih baik, terang Herman, Rabu (18/4).

Keterbatasan APBD lanjutnya, membuat Disbudpar Garut lebih banyak mengkonsentrasikan kegiatan pembangunan wisata ke arah pengkajian daripada kegiatan fisik konstruksi. Padahal perkembangan wisata di Kabupaten Garut sangat potensial. Terbukti dengan bermunculannya ODTW baru, baik di wilayah Garut utara, Garut tengah, maupun Garut Selatan.

“Tapi kita harus berhati-hati menyikapinya. Harus ada pemilahan, dan kajian serta pemanduan agar jangan sampai aset yang dikembangkan menimbulkan permasalahan di kemudian hari," terangnya.

Disinggung mengenai kepemilikan aset obyek wisata, Herman menyatakan Disbudpar Garut tidak memilikinya. Sebab, kebanyakan aset obyek wisata, terutama wisata alam, di Kabupaten Garut merupakan milik pihak lain, seperti milik Pemprov Jawa Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Perum Perhutani.

Namun pada umumnya di Garut tidak ada masalah soal itu. Bahkan para pemilik aset justru mendukung ingin mengembangkan asetnya ke arah wisata. Seperti TWA Kawah Gunung Papandayan yang masuk kawasan BKSDA," ujarnya.

Sehingga Pemkab Garut kedepanya berencana akan mengembangkan sejumlah desa sebagai desa wisata. Seperti Desa Panawuan Kecamatan Tarogong Kidul dengan produk khas tenun sutra alamnya, dan Desa Cangkuang Kecamatan Leles dengan keberadaan situs budaya candi, makam keramat Arif Muhammad, Kampung Adat Kampung Pulo, dan situnya, ungkapnya. (Sighar)

BeritaTerkait

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Previous Post

Ayi Serahkan Bantuan Biodigester CRS BJB

Next Post

Tilep Duit Posyandu, Eks Ketua KNPI Garut di Bui

Related Posts

TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
TNI-POLRI

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

8 November 2026
Next Post

Tilep Duit Posyandu, Eks Ketua KNPI Garut di Bui

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021