Membacakan amanat Pangdam, Danrem menegaskan bahwa, pelaksanaan latihan Purkota tersebut ditujukan sebagai gambaran kesiapan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro, khususnya wilayah Korem 072/Pmk untuk mengantisipasi ancaman ancaman yang mungkin terjadi di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat menggangu stabilitas nasional, termasuk Radikalisme.
“Kita perlu mengantisipasi setiap potensi ancaman yang ada, termasuk kemungkinan adanya kelompok-kelompok radikal yang mengarah pada terjadinya aksi-aksi terorisme,” ungkapnya.
Selanjutnya, Danrem juga mengungkapkan bahwa, pengoptimalan peran Babinsa dan aparat intel di lapangan sangat penting untuk meminimalisir kemungkinan masuk dan berkembangnya kelompok-kelompok radikal dalam masyarakat, yakni dengan melakukan koordinasi secara terpadu dengan aparat teritorial serta melakukan kegiatan pembinaan mental dan hukum.













