Ketika berbincang di penghujung masa karantina sepulang dari Uzbekistan, Sapta Nirwandar mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pendorong dirinya menerima gelar kehormatan tersebut.
Pertama, dia dibesarkan oleh orangtua yang keduanya berprofesi sebagai guru. “Ketika saya mendapat gelar Doktor dari Sorbonne University, Paris, dulu almarhumah Ibu mendorong saya untuk terus menuntut ilmu hingga mendapat gelar Profesor,” kenang mantan Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran itu.
Kedua, kegemarannya menggeluti dunia pendidikan. Sejak mendapatkan gelar Doktor di Perancis, Sapta Nirwandar aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mulai dari STEKPI, UGM, UNPAD, Universitas Sahid, hingga Universitas Indonesia. Ia tak pernah berhenti berbagi ilmu dan pengalamannya di berbagai bidang keilmuan.













