Penguatan negeri berlangsung ketika anak muda menemukan alasan untuk percaya bahwa berbuat baik tetap masuk akal, bahwa ilmu dapat memperbaiki kehidupan, dan bahwa pengabdian memiliki tempat yang terhormat. Karena masa depan menghadirkan banyak kemungkinan yang belum kita ketahui. Pekerjaan akan berubah, alat belajar berkembang, dan cara manusia berhubungan terus bergerak. Karena itu, pendidikan tidak cukup menyiapkan seseorang untuk satu keadaan yang dianggap tetap.
Santri memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat, bersedia memperbarui pengetahuan, menerima koreksi, dan memasuki persoalan baru dengan kesungguhan. Tradisi menjadi bekal untuk membaca perubahan, sementara keterbukaan memungkinkan bekal itu terus bertumbuh. Dalam perjalanan tersebut, nurani tentu dapat membantu dalam memeriksa arah.













