Bandung, BEDAnews,-
Tangga kesuksesan bisa ditapaki dari kegagalan. Demikianlah pengalaman nyata Ina Wiyandini Berawal dari kegagalan bisnis jahe gajah tahun 1993, Ina Cookies, J&C Cookies dan La Difa Cookies lahir. Bahkan kini produk Ina Cookies yang berasal dari Bandung kini sudah merambah kota-kota besar di Indonesia, dari DKI Jakarta hingga Papua. Bahkan, menembus pasar mancanegara, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dan, dalam waktu dekat akan menjajaki pasar Perancis.
“Setiap hari kami memproduksi 10 – 12 ribu toples perhari,” ungkap Marketing Communication Manager PT Bonli Cipa Sejahtera, Mochamad Farhan kantornya jl. Bojong Koneng Atas No. 8A, Senin (23/6). Farhan mengatakan menghadapi lebaran tahun ini, PT. BCP melaunching inovasi baru yakni rasa rendang dan kari ayam.
Sekitar 200 jenis resep baru dibuat untuk kepuasan konsumen. Jumlah itu bukanlah hal yang mustahil terwujud. Sebab dalam setahun, Ina mampu membuat lima hingga sepuluh resep baru. Sebagai pengusaha yang kreatif dan inovatif, banyak kue kering yang berbeda dengan kue pada umumnya. Nama-nama kuenya pun terbilang unik. Ada Putri Nada, Putri Bulan, Putri Senyum, Putri Intan, Putri Sinchan, Putri Genit, Putri Malu, Putri Poco, hingga Putri Dakocan dan masih banyak nama putri lainnya.
Farhan menjelaskan, J&C Cookies pada awalnya berdiri tahun 1996 merupakan perusahaan bakery. Karena krisis moneter yang melanda negeri, bapak Dedi dan Ibu Diah memutuskan untuk terjun di produksi kue kering. Tak ada yangmenyangka bahwa bisnis rumahan yang mereka tekuni dapat membuahkan hasil yang luar biasa. Bahkan turut meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, karena 90% karyawan bertempat tinggal di radius ssatu kilometer dari pabrik. Kesejahteraan masyarakat sekitar pun turut meningkat. Kini PT BCS memiliki 1000 karyawan produksi dan outlet yang tersebar di Bandung dan Jakarta serta dukungan 1200 distributor. “Tahun 2014 ini kami berupaya untuk mendapat sertifikasi 22000 sebagai suatu standar internasional,” pungkas Farhan. (Lanie)









