Banjarbaru, BEDAnews.com
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor merombak habis-habisan tatanan organisasi lingkup Pemprov Kalsel. Perombakan ini juga menyentuh para pejabat di dua kali pelantikan sebelumnya. Tercatat dari pejabat sebelumnya yang dilantik beberapa bulan lalu turut diganti.
Semua pejabat terutama eselon 2 diberikan tugas baru. Bahkan, 22 pejabat eselon 2 lama diturunkan. Mereka hanya diberikan jabatan fungsional. Mereka yang turun jabatan adalah Siti Rahmi Fatmawati, Munaji, M Jaseran, Sugian Noorbah, Ngadimun, Mohandas, Syariful Hanafi, Sufian AH, Nor Efrani, Nanang Adriani Noor, Herman Taufan, Rakhmadi Kurdi, Sugiono Yazie, Helena Sabarniati Arifin, Muhammad Rusli, Said Ahmad Abdul Malik, DR H Suhardjo, Heriansyah, Mariatul Asiyah, HM Thamrin, Kustono Widodo dan Isra.
Pada pelantikan dan pengukuhan pejabat struktural di depan kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (3/1) kemarin, 22 orang pejabat justru tidak mendapatkan jabatan. Yang mendapatkan jabatan hanya berjumlah 31 orang. Ini termasuk para pejabat pindahan yang mengikuti seleksi jabatan beberapa saat lalu.
Mereka yang dilantik dan dikukuhkan adalah Siswansyah diberi jabatan Asisten I Bidang Pemerintahan, Martinus Asisten II Bidang Pembangunan, Abdul Haris Makkie Asisten III Bidang Administrasi Umum. Kemudian staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik HM Hawari, staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Hermansyah Manaf, staf ahli bidan kemasyarakatan dan SDM Wing Ariansyah.
Selanjutnya Yusuf Effendi sebagai Kadisdik dan Kebudayaan, Antonius Simbolon sebagai Kadisnakertrans, Iklas Indar sebagaii Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ardiansyah Kepala dinas kependudukan, pencatatan sipil dan KB, Gt Syahyar kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa, Rusdiansyah sebagai Kadishub Kalsel, Gustafa Yandi, kepala dinas koperasi UMKM, Zackli Asswan Kadispora, Fathurrahman Kadis tanaman pangan dan holtikultura, Hanif Faisol Kadishut, M Amin MT Kadis energi dan Sumberdaya mineral Birhasasi Kadis perdagangan, Nurul Fajar Desira Kepala bappeda, Aminuddin Latif Kepala badan keuangan daerah, Perkasa Alam, Kepala Badan kepegawaian daerah, M Nisfuani Kepala badan pengembangan sumberdaya manusia, Gt Burhanuddin Kepala badan penelitian dan pengembangan daerah, Awi Sundari Isspektur provinsi, Wahyudin Kasat Pol PP dan pemadam kebakaran, Thaufik Hidayat, Karo organisasi, Zulkifli Karo sarana prasarana perekonomian daerah, Syah Jehan Karo pengembangan produksi daerah, Syamsir Rahman, Karo perlengkapan dan pelayanan barang/jasa, Kurnadiansyah Karo humas dan protokol, serta M Ruslie Karo umum.
Sewaktu-waktu bisa saja dilantik kembali jika dibutuhkan. Saya tidak segan untuk mengganti pejabat kapanpun, siapapun demi perbaikan pelayanan daerah, pesan Sahbirin kepada pejabat yang dilantik.
Usai pelantikan dan pengukuhan serta diturunkannya para pejabat eselon 2 menjadi fungsional, praktis ada 19 jabatan yang kosong alias lowong. Dari total 50 jabatan eselon 2 Pemprov Kalsel, hanya terisi 31 orang.
Gubernur Sahbirin Noor nampaknya enggan menggunakan sebagian pejabat lama. Ia lebih memilih memfungsionalkan dan menempatkan pelaksana tugas (Plt) ketimbang mempercayakan kepada pejabat lama. Plt yang mengisi jabatan saat ini didominasi pejabat eselon 2 yang sudah ada jabatan. Sehingga banyak rangkap jabatan.
Yaitu Plt Karo Pemerintahan Hermansyah Manaf, Plt Kepala Badan Penanggulangan bencana, Wahyudin, Plt Kadis PU Nurul Fajar Desira, Plt Kadis PPPA, Awi Sundari, Plt Kadis Kominfo, Rusdiansyah, Plt Kadinsos, Antonius Simbolon, Plt Kadis Perindustrian, Birhasani, Plt Kadis Pariwisata, Wing Ariansyah, Plt Kepala BPMTSP, Hanif Faisol Nurrofiq, Plt Kadis Peternakan dan Perkebunan, Ikhlas Indar, Plt Kadis Ketahanan Pangan, Ir Fathurrahman, Plt Kadis Kesbangpol, Zulkifli.
Namun ada juga Plt yang bukan rangkap jabatan eselon 2. Mereka adalah Plt Karo Hukum, Akhmad Fiddayen, Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ariffin Noor, Plt kepala dinas perpustakaan dan kearsipan, Nurliani Dardie, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan, Ir Akhmad Fauziannor, Plt Kadinkes, Muslim, Plt Karo Kesra, Suharyanto dan Plt Sekwan, A Rozaniansyah.
Untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut, menurut Penjabat Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie akan dilakukan seleksi terbuka. Tanggal 5 Januari mendatang, ujar Haris, mulai dibuka proses seleksi jabatan.
Bagi mereka yang sekarang difungsionalkan pun juga bisa ikut seleksi ini. Mereka tetap diberi kesempatan. Intinya saat ini menyesuaikan dengan SOTK baru kita sedang dalam re organisasi. Sehingga dilakukan perombakan, tuturnya.
Pada pelantikan tersebut berjumlah 832 orang, yang terdiri dari pejabat eselon 2 berjumlah 31 orang, 222 orang pejabat eselon 3 dan 579 orang pejabat eselon 4.(MN/Kp)













