Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Jika Iran memperoleh kemenangan psikologis, Rusia memperoleh keuntungan strategis. Moskow memahami bahwa dalam politik internasional, terkadang hasil terbaik justru diperoleh bukan dengan ikut bertempur, melainkan dengan membiarkan lawan menguras energi dan sumber dayanya sendiri.
Rusia tidak membuka front baru, tidak mengirim pasukan, dan tidak mengambil risiko berhadapan langsung dengan AS. Namun, Rusia melihat satu hal yang krusial: semakin lama AS terlibat dalam konflik Timur Tengah, semakin besar biaya politik, ekonomi, dan militer yang harus ditanggung. Akibatnya, perhatian Washington menjadi terpecah, dukungan terhadap Ukraina menghadapi tantangan, sementara Rusia memperoleh ruang strategis yang lebih besar di kawasan Eurasia.













