Oleh: Anthony Budiawan (Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)
JAKARTA || Bedanews.com – Kurs rupiah kini semakin dekat Rp18.000 per dolar AS. Mungkin akan tembus dalam minggu ini untuk kemudian menuju Rp20.000 per dolar AS. Situasi seperti ini cukup mencekam. Meskipun narasi-narasi resmi pemerintah seolah-olah tidak ada masalah. Bahkan Presiden harus berkelakar, di Desa tidak memakai dolar. Kelakar ini dapat ditangkap sebagai keresahan mendalam yang keluar menjadi alasan defensif.
Dalam situasi seperti ini, harus ada yang bertanggung jawab. Dalam hal ini, semua orang dengan mudah menunjuk Gubernur Bank Indonesia, atau lebih tepatnya Dewan Gubernur Bank Indonesia, sebagai penanggung jawab moneter, termasuk stabilitas kurs rupiah.













