Cianjur, Bedanews.com
Rumah permanen dengan ukuran panjang 12 meter, lebar 6 meter, milik Engkos (75) yang berpasangan dengan Mintarsih (69) yang mengeluti usaha Baso goreng (Basreng) warga Kampung Cipetir RT 03/07, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kamis lalu sekira pukul 15,00 Wib ludes terbakar api.
Informasi yang dapat dihimpun “progresif’’ dilapangan, percikan api diduga berasal dari kompor tungku tempat pengorengan Basreng yang berada di belakang rumah. Beruntung kebakan rumah tersebut, tidak merembet kerumah-rumah penduduk lainnya biar pun kondisinya berdempetan. Karena saat itu, seluruh warga setempat menolong memadamkan api pada rumah kebakaran dengan alat seadanya yang diambil dari selokan Cipetir yang kondisi airnya berkurang (Saat Red).
Dan tak lama kemudia dua Unit pemadam kebakaran langsung datang guna membantu untuk memadamkan kobaran api yang membakar rumah, hingga api bisa dijinakan seketika. Pada saat kejadian itu tidak ada korban jiwa dan perkirakan korban menderiata kerugian ratusan juta rupiah, jelas Gian Julianti Ketua RW 07 warga setempat.
Sementara itu, pemilik Rumah Engkos saat ditanya di tempat kejadian menjelaskan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang tidak ada di rumah, lagi berada dirumah tetangganya guna keperluan, setelah mendengar teriakan warga minta tolong dan langsung ia lari ketempat teriakan tersebut, ternyata Rumah miliknya yang kebakaran.
Selain itu, ia membenarkan bahwa sumber api diduga berasal dari tungku tempat penggprengan Basreng yang berada di dapur rumah, saat mantunya mengoreng Basreng tiba-tiba api menyambar minyak goreng yang sedang panas dan langsung membumbung tinggi hingga menimbulkan kebakaran rumah.
Sebenarnya usaha anak saya Yoga jualan Basreng tersebut, baru berjalan satu kali iangan (pengiriman) yang dijual ke luar Pulau jawa, Bengkulu dan produksi yang kedua kalinya keburu terjadi bencana, hingga bukannya untung yang mereka dapat ternyata petaka yang mereka dapat dan ia menderita kurigian senilai ratusamn juta rupiah. Karena, selain rumah harta benda dan bahan baku Basreng seberat 300 Kg ludes terbakar pula, jelasnya.
Dilain pihak, Kepala Desa Sukatani Mamat Suganda menambahkan, benar adanya bahwa rumah warganya kebakaran hingga ludes dan menderita kerugian yang cukup signipikan. Dengan terjadinya kebakaran rumah, ia merasa prihatin dan iba, semoga saja cepat tergantikan.
Selain itu, kepada seluruh warganya ia mengharapkan, disaat musim kemarau seperti sekarang, harus waspada dengan api, supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan semua pihak dan ia seraya mengucapkan terima kasih pada seua pihak, terutama pada pihak Polsek Bojongpicung, Damkar dan seluruh warga setempat yang telah peduli memadamkan api dan mengepakuasi pemilik rumah, semoga Allah SWT membalasnya dengan setimpal, jelasnya, (C2r)













