Bandung, BEDAnews
Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat, meminta Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk menghentikan sikap diskriminatif terhadap pasien pengguna layanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).
Hal ini diungkapkan Didin, Senin (25/6) dihadapan puluhan massa LSM Peduli Rakyat Miskin, Seniman Jalanan, gerakan aktivis Subang, yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Gedung Sate dan menyampaikan aspirasi mengeluhkan pelayanan RSHS yang dinilai buruk, ke Komisi E DPRD Jabar yang menangani masalah kesehatan.
Ditegaskan Didin yang didampingi Humar Dani, Hj Enok, dan Deden Darmansyah anggota komisi A dari FPDI Perjuangan, agar RSHS memperbaiki layanan kinerjanya dan pemerintah daerah diminta untuk segera membuat Rumah Sakit Daerah.
Dalam aksinya di halaman Gedung Sate tersebut, mereka menuding akibat sikap dan perlakuan RSHS itu telah menyebabkan kematian Ayoh (54), warga Kampung Sidodadi RT 33 RW 11, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Senin (14/6) pukul 02.30 WIB lalu, akibat kelalaian dari RSHS.
Ayoh merupakan pasien rawat jalan RSHS yang menggunakan fasilitas jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), yang mengidap suspek tumor ganas ovarium pada bagian perut sejak 2007. Akibat penyakitnya itu, perut Ayoh membesar hingga berat perutnya diperkirakan mencapai 20 kilogram.
“Peristiwa meninggalnya Ayoh di RSUD Ciereng, diduga akibat lambatnya pelayanan RSHS padahal sudah 2 bulan berobat jalan atau sudah 19 kali bolak-balik Subang-Bandung, tapi tidak ada kejelasan dari RSHS kapan dia dioperasi," kata koordinator aksi Asep Sumarna Toha.
"Ayoh adalah satu dari sekian banyak pasien miskin yang mengalami pelayanan buruk RSHS," tegasnya. Massa pun menuntut untuk mencopot Direktur RSHS demi hak warga miskin, dan bentuk tim pengawas independen untuk mengawasi pelayanan RSHS. (hermanto)












