Peristiwa ini mencuat setelah seorang perempuan berinisial AN, yang mengaku sebagai tante korban, mengunggah tangkapan layar percakapan pribadi antara sang guru dan ponakannya.
Dalam unggahan tersebut, terlihat pesan-pesan yang bernada tidak pantas dan terkesan melecehkan, dikirim oleh oknum guru sejak bulan Maret 2025.
Pesan-pesan tersebut sontak membuat pihak keluarga geram, terlebih korban diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan berada di bawah umur.
“Teteh posting soal itu karena ponakan saya sendiri yang jadi korban. Kasihan, dia masih SMP, masih anak-anak,” ungkap AN saat dimintai keterangan oleh wartawan pada Rabu (21/5/25).











