Jakarta, BEDAnews.com
Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil menerima penghargaan sekaligus menjadi pembicara pada Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) annual conference 2015, yang disaksikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, H.E. Retno L.P. Marsudi.
Di hadapan sekitar 2.000 peserta komunitas internasional, bersama Ramdhan Pomato, Amh. Paul Gribson, Amh. Gurjit Singh, Wali Kota Bandung berbicara tentang diplomasi dan pembangunan kota (How Diplomacy Can Contribute To The Metropolitan Revolution)
Penghargaan bertajuk "FPCI Intermestic Award for his Vision and inovative leadership in bringing Bandung to the world and bringing world to Bandung", di serahkan oleh pendiri FPCI Dr. Dino Patti Djalal, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Dr. Dewi Fortuna Anwar dan diplomat senior Hazairin Pohan, di conference room Grand Sahid Jaya Hotel, Jl. Jenderal Sudirman no. 86 Jakarta Pusat, Sabtu (13/06/2015).
Ridwan Kamil dinilai telah berhasil menerapkan kepemimpinan yang inovatif, juga atas visinya membawa Indonesia khususnya Kota Bandung lebih dikenal di mata Internasional.
"Alhamdulillah hari ini mendapatkan penghargaan karena peran Bandung di penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika cukup signifikan, juga lobi-lobi kami sebagai walikota ke internasional untuk membantu percepatan pembangunan Bandung dengan hubungan internasional sekaligus mempromosikan Indonesia lewat Bandung ke mata dunia," ujar Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil usai menerima penghargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil mengajak jejaknya diikuti walikota-walikota lainnya sehingga Indonesia mempunyai nama yang lebih baik di mata Internasional, "Mudah-mudahan ini juga diikuti walikota lainnya dan Indonesia bisa lebih hebat lagi," katanya.
Foreign Policy Community of Indonesia
FPCI adalah suatu organisasi nirlaba dan non-politis yang bergerak di bidang hubungan internasional, dan terbuka untuk semua kalangan, didirikan oleh Dr. Dino Patti Djalal, Dr. Dewi Fortuna Anwar, Wisnu Wardana (Ketua ABAC), Peter Gontha (Kadin, Duta Besar RI di Polandia), John Riady (UPH), Sandiaga Uno (mantan Ketua HIPMI).
Melalui jaringan dan akses yang dimiliki para pendirinya, FPCI mempertemukan berbagai kalangan yang bergerak dalam bidang hubungan internasional, pejabat Pemerintah termasuk Kementerian Luar Negeri, korps diplomatik di Indonesia, lembaga internasional, thinktank, perusahaan nasional dan internasional, wartawan, universitas, mahasiswa dan pelajar. (BD)













