"Perlawanan terhadap Rezim Soeharto sudah dimuai semenjak masa-masa awal rezim ini terbentuk. Seperti tahun 1971 kita mengenal gerakan Golput (Golongan Putih) sebagai perlawanan terhadap Pemilihan Umum pertama yang melibatkan partai-partai hasil fusi," kata Rian dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (5/4).
Ia megatakan, tahun 1974 terjadi gerakan perlawanan terhadap kotornya sistem investasi dalam negeri. Kemudian, katanya, tahun 1989 terjadi perlawanan terhadap perlawanan di kampus ITB atas intervensi kekuasaan pada politik kampus.
"Tahun 1996 gerakan mahasiswa di Ujung Pandang melakukan perlawanan terhadap kebebasan kampus yang terus terkungkung oleh kekuasaan. Hingga puncaknya paska sidang umum MPR yang menetapkan Soeharto kembali memimpin negeri, Gerakan Mahasiswa yang bergerak dari kampus-kampus baik negeri dan swasta di penjuru negeri mulai bergerak menuntut Soeharto dicopot dari jabatanya atas 32 tahun pengkhianatannya terhadap UUD’45 dan Pancasila," paparnya.













