“Tawas, yang katanya dipakai sebagai pengganti sabu, itu sekarang di mana?,” tanya Reza.
Kemudian otentik sabu di Jakarta dengan sabu di Bukittinggi.
“Kalau beda, berarti bukan hasil penyisihan. Lantas, dari mana sabu itu?,” lanjutnya.
Mantan Kapolsek Bukitttinggi, Dody Prawiranegara diketahui, telah menjalani pemeriksaan urine. “Apa hasilnya, positif atau negatif?” tanya dia pula.
Menyitir perkataan Direktur dan Wakil Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya bahwa, mereka sebatas melaksanakan perintah pimpinan.
“Dari sisi pidana, bukankah itu mengarah ke wrongful conviction atau kriminalisasi terhadap TM?,” kritik Reza.
Dari sisi organisasi kepolisian, menurut Reza patut dikhawatirkan sebagai perang bintang yang destruktif (dysfunctional).
Ia pun mengemukakan, sebuah riset di kepolisian. Responden riset ini adalah ratusan anggota polisi. Hasil riset menunjukkan sub-sub grup di internal kepolisian sudah mencapai level berbahaya sehingga patut dilarang.










