“Kebijakan daerah bisa jadi penggerak utama, baik melalui penyediaan fasilitas, pembebasan retribusi, maupun kolaborasi lintas sektor,” ujar Restuardy.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa, lima tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi provinsinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Sejumlah isu yang perlu segera diatasi, mulai dari kualitas SDM yang belum optimal, rendahnya nilai tambah ekonomi, keterbatasan infrastruktur, hingga ancaman degradasi lingkungan.
Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan arah dan strategi pembangunan yang lebih fokus, khususnya dalam menangani kesenjangan antarwilayah, memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, dan meningkatkan akses serta kualitas layanan dasar.












