JAKARTA || Bedanews.com – TNI Angkatan Laut melalui unsur kapal tunda Umsini bergerak cepat melaksanakan evakuasi terhadap KLM Sanya Pacific High yang mengalami kerusakan propeler di perairan sekitar Pulau Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (4/3).
Insiden bermula pada Senin, 2 Maret 2026 saat KLM Sanya Pacific High berlayar dari Penemu menuju Pulau Fam. Dalam perjalanan kurang lebih 1 mil, baling-baling (propeler) kapal terlepas akibat baut pengunci as propeler hilang, sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran. Kapten kapal, Irwandi, segera menghubungi pihak Kodaeral XIV untuk meminta bantuan evakuasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa, 3 Maret 2026, Komandan Kodaeral XIV, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T, M.M, CHRMP merespon cepat dengan memerintahkan unsur kapal tunda Umsini di bawah komando Peltu Nav Aris Malulun untuk segera bergerak menuju lokasi kejadian. Pada pukul 17.15 WIT, kapal tunda bertolak menuju titik koordinat kapal yang mengalami gangguan.












