Mendes Yandri menegaskan, jangan sampai nanti ketika MBG itu semua menanan jenis yang sama. “Misalnya tomat semua orang ngamuk dikasi tomat dan itu bisa terjadi inflasi, cuma kalau ditata bisa saling melengkapi,” ujarnya.
“Bahkan tidak akan terjadi tumpukan produksi. Sehingga nanti masing-masing Desa mempunyai unggulan untuk siplai MBG,” kata Yandri.
Apalagi, Mendes Yandri sudah menandatangani prasasti eduwisata. Jadi ini sekaligus wilayah pendidikan tentang wisata pertanian tapi dapat menghasilkan kesejahteraan Desa.
“Desa Sodong jadi perlu ditata sedemikian rupa sarana dan prasananya dan itu tidak boleh dimonopoli satu pihak. Harus kerjasama, kolaborasi antar warga, jadi nanti manfaatnya bisa dirasakan oleh warga yang ada di Desa Sodong,” kata Mendes Yandri.












