“Sekarang ini ada 4 kampung kreatif, target 8 sampai tahun 2023. Ini tergantung kesiapan di wilayahnya. Nanti kita datangi dan melihat kemampuannya. Partisipasi warga aktif kampung wisata ini berbasis kepada masyarakat atau ‘bottom up’,” ujar Kenny sapaan akrabnya.
Soal target, Kenny mengakui, di saat masih ada pembatasan di masa pandemi Covid-19, promosi terus dilakukan. Dukungan juga dilakukan oleh pemerintah pusat dengan promosi di sosial media (sosmed).
“Pandemi ini masih ada pembatasan namun demikian promosi harus lakukan. Kemenpanekraf mendukung Kota Bandung dengan promisi di sosmed, itu cukup membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum diresmikan, Kampung Literasi Cinambo sudah cukup banyak dikunjungi untuk studi banding. Dari luar daerah sampai Jepang pun telah berkunjung.













