Ciamis, BEDAnews
Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik yang terjadi di malam takbiran beberapa waktu lalu, Polres Ciamis membentuk pagar betis dengan menerjunkan 120 personil dan melibatkan 100 orang tenaga relawan ekstra kulikuler (eskul) dari SMP, SLTA yang ada di kota Ciamis, untuk mengatur arus mudik dan tertibnya tarawih keliling di area Alun-alun Ciamis.
“Mereka dari SMP, SLTA yang ada di Ciamis bergabung dalam rangka pelibatan pengamanan Ketupat Lodaya 2013. Bukan hanya di alun-alun Ciamis saja, namun juga di Banjarsari, Lakbok dan Pangandaran, dimulai dari hari pertama operasi Ketupat Lodaya 2013,” ungkap Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP Suryadi kepada BEDAnews.com saat brifing dengan Polisi Keamanan Sekolah (PKS) dan Pramuka Saka Bayangkara Rabu (7/8/2013) lalu.
Bergabungnya relawan eskul tersebut lanjut Suryadi, tanpa mendapatkan insentif sementara pihaknya menyediakan untuk takjil berbuka puasa, makan dan minuman yang di danai Kapolres langsung.
Hal itu diakui oleh Ketua PKS SMPN 1 Cikoneng, Oli Muslihin. Bahwa jajarannya secara suka rela ingin membantu tugas Polisi. Salah seorang Polisi Pelajar Siswa SMKN 2 Ciamis, Topan Munandar berharap, dengan keterlibatannya arus mudik bisa lancer dan masyarakat tahu anak-anak bisa berperan aktif dalam operasi Ketupat Lodaya.
Sedangkan dari Saka Bayangkara siswa SMA Informatika Ciamis, Dani Ramdani mengaku dirinya mendapat dukungan dan izin orang tuanya seraya mengaku keterlibatannya merupakan tugas panggilan jiwa ingin membantu polisi. (Abraham)











