Dengan perkataan lain, “pertukaran pengetahuan yang sistematis” itulah yang merupakan faktor perubahan, bukan pengetahuan itu sendiri. Menjadi “pusat keunggulan” adalah hal yang penting. Tetapi untuk meningkatkan dampak, lembaga pendidikan perlu menjadi “agen pertukaran pengetahuan”. Berdasarkan kajian di sejumlah pakar pendidikan, buku tersebut di atas mengidentifikasi sejumlah langkah kunci dari pertukaran pengetahuan yang sistematis, yang mesti dilakukan oleh para pengembang pendidikan, diantaranya:
Pertama; adalah upaya untuk secara sistematik mempertemukan kebutuhan dari para mitra dan luaran-luaran yang dimiliki lembaga pendidikan. Langkah ini melibatkan proses yang melintasi batas-batas disiplin, serta mengintegrasikan pengajaran, penelitian dan inovasi/pengabdian masyarakat. Memerlukan pemahaman akan kebutuhan. Tetapi ‘kebutuhan’ itu bukanlah sesuatu yang ‘sudah jelas’. Melainkan sesuatu yang memerlukan penggalian dan pembelajaran lewat dialog-dialog, dan melibatkan cara pandang yang beraneka ragam.













