Tantangan selanjutnya, kata Ketua DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DKI Jakarta ini adalah, menghadapi ke-global-an Jakarta. Menurutnya, di satu sisi status Jakarta adalah keniscayaan untuk menyejajarkan diri dengan kota kelas dunia lainnya. Di sisi lain, lanjutnya, era digital berarti membuka ruang selebar-lebarnya untuk berinteraksi secara bebas dengan masyarakat dunia.
“Jangan dikira peran perempuan tidak penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global. Boleh terjadi globalisasi, tapi tidak boleh mendisrupsi nilai-nilai luhur adat, budaya, norma dan aturan agama yang menjadi identitas masyarakat kita selama ini. Adat ketimuran, sopan santun dan adab, namun memiliki intelektual dan integritas. Dan ini titik awal dan akhirnya ada pada peran perempuan,” tegasnya.













