“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya. Dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalanNya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya’. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24).
“ Mari kita siapkan, kita rawat, dan kita didik anak-anak kita untuk menghadapi berbagai tantangan zaman seperti materialisme, komunisme, sekularisme Liberalisme, dan berbagai ismeisme lainnya buatan manusia yang dimotori oleh Yahudi dan Nasrani serta Majusi.” ajak Rusdiana.
Iapun berpsesan agar merawat dan mendidik anak-anak dengan basis Islam untuk mewujudkan anak-anak yang shalih. Anak-anak yang beriman/ bertauhid, istiqamah di atas keimanan dan ketakwaan, berakhlak karimah, dan profesional/ahli di bidang spesialisasinya. Dengan anak yang shalih inilah dunia akan aman, tentram, sejahtera dalam keadaan tunduk patuh kepada Allah SWT.*** ry













