Ia menegaskan bahwa para pedagang memilih jalur formal untuk menyampaikan aspirasi dibandingkan melakukan aksi di luar prosedur. Dirinya mengapresiasi respon DPRD yang menghadirkan lintas dinas guna membahas solusi terbaik.
“Daripada teman-teman ini jadi liar, kami giring ke RDP. Alhamdulillah disambut baik mulai dari pimpinan sampai semua fraksi,” ungkapnya.
Prabu menambahkan, para pelaku UMKM tidak menolak pembangunan, namun meminta pemerintah mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
“Pastinya kami mendukung pembangunan Kota Cirebon, tapi juga harus dipikirkan keberlangsungan usaha UMKM,” tegasnya.
Ketua Paguyuban UMKM Sukalila Selatan, Budi Frame, menilai rencana relokasi ke Pasar Pagi belum dapat diterima karena belum ada survei lapangan serta belum jelas kesiapan lokasi pengganti.













