• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Ratusan Massa Geruduk Kantor Disdik Jabar

Ratusan Massa Geruduk Kantor Disdik Jabar

Asep Budi by Asep Budi
2 Mei 2019
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews.com-

Ratusan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia dan Ikatan Pelajar Persis menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis(2/5).

Dalam aksinya mereka mendesak pemerintah agar segera memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Diantaranya, transparansi anggaran, penghapusan ujian nasional, dan realisasi wajib belajar 12 tahun.

Koordinator aksi Azmy Haikal Asma mengatakan agar pemerintah merealisasikan sistem pengajaran yang baik dan benar. Seperti wajib belajar 12 tahun, yang pada kenyataannya tidak dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu.

BeritaTerkait

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026

“Kami meminta pemerintah untuk mengahapuskan ujian nasional yang disebut sebagai syarat kelulusan. Padahal seharusnya pihak sekolah sebagai pnyelenggara pendidikan yang bisa meluluskan atau tidaknya siswa, karena lebih paham tingkat kecerdasan para siswanya dibandingkan pemerintah,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Azmy, pemerintah harus betul-betul membenahi berbagai permasalahan dalam pendidikan. Seperti menghapuskan full day school, menghapuskan ujian nasional dan adanya transparansi anggaran pendidikan,

Selain itu, ucap Azmy, peringatan hari pendidikan ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi pemerintah khususnya kementerian pendidikan untuk bisa menerapkan UUD 1945, tentang pendidikan.

“Seluruh warga Indonesia mendapatkan pendidikan formal yang layak dan adil,” tegasnya

Dalam aksinya, para demonstran membawa keranda mayat sabagai simbol matinya pendidikan di tanah air. Sambil membawa beberapa spanduk bertuliskan keprihatinan tentang dunia pendidikan, aksi unjuk rasa itu dikawal ketat oleh polisi dan berlangsung damai. [mae]

Previous Post

TKD Jabar Minta KPU Abaikan Rekomendasi Ijtima Ulama 3

Next Post

Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

Related Posts

TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
TNI-POLRI

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

8 November 2026
Next Post

Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021