• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ratusan Massa Geruduk Kantor Disdik Jabar

Ratusan Massa Geruduk Kantor Disdik Jabar

Asep Budi by Asep Budi
2 Mei 2019
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews.com-

Ratusan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia dan Ikatan Pelajar Persis menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis(2/5).

Dalam aksinya mereka mendesak pemerintah agar segera memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Diantaranya, transparansi anggaran, penghapusan ujian nasional, dan realisasi wajib belajar 12 tahun.

Koordinator aksi Azmy Haikal Asma mengatakan agar pemerintah merealisasikan sistem pengajaran yang baik dan benar. Seperti wajib belajar 12 tahun, yang pada kenyataannya tidak dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu.

BeritaTerkait

Menteri LH M. Jumhur Hidayat Didampingi Ketua DPRD Kab. Bandung Renie Rahayu Laksanakan Eco Walker May Day

11 Mei 2026

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

11 Mei 2026

“Kami meminta pemerintah untuk mengahapuskan ujian nasional yang disebut sebagai syarat kelulusan. Padahal seharusnya pihak sekolah sebagai pnyelenggara pendidikan yang bisa meluluskan atau tidaknya siswa, karena lebih paham tingkat kecerdasan para siswanya dibandingkan pemerintah,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Azmy, pemerintah harus betul-betul membenahi berbagai permasalahan dalam pendidikan. Seperti menghapuskan full day school, menghapuskan ujian nasional dan adanya transparansi anggaran pendidikan,

Selain itu, ucap Azmy, peringatan hari pendidikan ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi pemerintah khususnya kementerian pendidikan untuk bisa menerapkan UUD 1945, tentang pendidikan.

“Seluruh warga Indonesia mendapatkan pendidikan formal yang layak dan adil,” tegasnya

Dalam aksinya, para demonstran membawa keranda mayat sabagai simbol matinya pendidikan di tanah air. Sambil membawa beberapa spanduk bertuliskan keprihatinan tentang dunia pendidikan, aksi unjuk rasa itu dikawal ketat oleh polisi dan berlangsung damai. [mae]

Previous Post

TKD Jabar Minta KPU Abaikan Rekomendasi Ijtima Ulama 3

Next Post

Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

Related Posts

Edukasi

Menteri LH M. Jumhur Hidayat Didampingi Ketua DPRD Kab. Bandung Renie Rahayu Laksanakan Eco Walker May Day

11 Mei 2026
Ragam

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

11 Mei 2026
FOTO BERSAMA-Ketua IKA SPS UNNES, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si (duduk depan paling kiri) foto bersama para Pengurus, usai Silaturahim dan Rapat Kerja. (Foto Ist).
Ragam

Gebrakan Prof. Arthur, Lampung Jadi Fokus Ekspansi PERADI Profesional Selanjutnya

11 Mei 2026
Ragam

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia, yang diadakan Dewan Pers

11 Mei 2026
Ragam

​Pererat Ukhuwah, AMPD Gelar Pertemuan di Jatiasih: Momentum Sinergi dan Penguatan Nilai Organisasi

11 Mei 2026
Ragam

IKA SPS UNNES, Menjadi Jembatan Kebutuhan Almamater dan Kiprah Profesional Alumni

11 Mei 2026
Next Post

Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021