Menurutnya, tingginya jumlah karya yang masuk, khususnya pada kategori foto dan teks, menunjukkan bahwa isu-isu Jakarta masih menjadi perhatian utama media.
Di sisi lain, Ketua Dewan Juri, Bagus Sudarmanto, menyampaikan bahwa, proses penilaian tahun ini akan menitikberatkan pada kualitas substansi, kedalaman analisis, serta keberanian perspektif jurnalistik.
“Dalam konteks 5 abad Jakarta, kami tidak hanya mencari karya yang informatif, tetapi juga yang mampu memberikan refleksi kritis, menghadirkan perspektif baru, dan memiliki dampak sosial yang kuat,” ujarnya, Selasa (28/4).
Dewan juri juga menegaskan pentingnya integritas jurnalistik, termasuk akurasi, keberimbangan, serta kedalaman peliputan sebagai indikator utama dalam proses seleksi.













