“Anugerah ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang refleksi bagi insan pers untuk terus menghadirkan karya yang berkualitas, kritis dan berpihak pada kepentingan publik, terutama dalam momentum besar menuju 5 abad Jakarta,” ujar Kesit.
Ia menambahkan, peran pers sangat strategis dalam merawat ingatan kolektif kota sekaligus mengawal arah masa depan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua Panitia Arman Suparman menjelaskan bahwa, secara teknis, penyelenggaraan tahun ini tetap mempertahankan kategori utama, dengan tambahan kategori khusus yang relevan dengan momentum sejarah Jakarta.
“Total ada tujuh kategori utama, yakni tajuk rencana, teks, foto, infografis, video TV (terestrial dan streaming), serta radio. Selain itu, kami menghadirkan kategori khusus feature bertema ‘menyongsong 5 abad Jakarta’ sebagai bentuk kontribusi pers dalam mendokumentasikan perjalanan dan masa depan kota,” jelas Arman.













