Bandung, BEDAnews
Fraksi Partai Demokrat menilai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tahun aanggaran 2013, menggunakan profil “Defisit Anggaran” dengan melihat proyeksi rencana Belanja TA 2013 yang mencapai Rp. 12. 939 Triliun lebih besar dari pada jumlah Rencana Pendatan yang hanya mencapai Rp. 12.064 Trilliun.
Hal ini terungkap dari pandangan Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat terhadap Nota Keuangan perihal RAPBD Provinsi Jabar TA 2013 yang diserahkan kepada Wagub Jabar pada saat Paripurna pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Jabar terhadap RAPBD Provinsi Jabar TA 2013, yang dilaksanakan Senin malam (29/10) di Gedung DPRD Jabar Jl. Diponegoro Bandung.
Sementara Fraksi PDI Perjuangan menilai, seolah-olah adanya unsur kesengajaan dalam penempatan SILPA (sisa lebih penghitungan anggaran) pada setiap APBD merupakan sesuatu yang tidak lazim.
Penggunaan silpa untuk menutup defisit selalu berlangsung dari tahun ke tahun, yang sangat menyedihkan defisit APBD sebelumnya yang mencapai 10 % dari volume APBD menunjukkan penganggaran yang kurang baik.
Perencanaan boleh saja melebihi kemampuan anggaran, tetapi proses penganggaran sebaiknya tidak melebihi kemampuan pendapatan dan penggunaan. Silpa 2012 untuk menutup anggaran 2013 dianggap sebagai mengadaikan masa depan. Sepatutnya penggunaan Silpa 2012 hanya dapat digunakan oleh Gubernur terpilih 2013 untuk memenuhi janji-janji kampanyenya, papar fraksi PDI-P.
Sedangkan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dalam pandangan fraksinya menyoroti menurunnya struktur ekonomi Jawa Barat khususnya sektor primer yang meliputi sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan serta sektor sekunder yang meliputi sektor pengolahan mengalami penurunan signifikan hingga 0,57%, sementara kenaikan hanya di sektor tersier yang merupakan investasi sektor swasta. (hermanto)












