2. Dari guru.
Sugiyono, S.Th.I.
Guru di SMK Kabupaten Demak ini menyampaikan bahwa, Mengenali ragam obyek wisata dan tempat tempat religius, tidak cukup hanya melihat lewat gambar atau video saja. “Jika wisata dianggap cukup lewat video, maka sama halnya menganggap sekolah cukup dirumah sendiri dengan buka internet saja. Padahal dulu saat covid, diminta belajar wfh pada protes,” tandasnya.
3. Dari warganet di FB SAENDA.
“Lebih baik studi tour dihapus aja, karena zaman sekarang cari uang makin sulit dan tidak semua wali murid kehidupan kesehariannya cukup, sebelum ada korban dari sikis anak yang bersangkutan karena tidak bisa mengikuti kegiatan, alangkah baiknya kegiatan studi tour dihapus”. (Red).











