Ditegaskan lagi, Menjadi guru besar merupakan efek dari kerja akademik yang serius. Maka, menjadi guru besar bukanlah tujuan, tetapi bonus dari kerja akademik yang bermutu. Misalnya, syarat Utama menjadi guru besar mesti menulis artikel dalam jurnal internasional bereputasi. Ada diatara akademisi yang menulis dijurnal itu dengan tujuan meraih guru besar, padahal hakikatnya bukan itu.
“Menulis artikel sebagai bentuk tanggungjawab ilmu seorang akademisi dalam menyebarluaskan gagasannya untuk mendapat respon dari para pembaca. Kalau budaya menulis artikel ini sudah cukup baik, maka menjadi Gubes akan datang dengan sendirinya” terang Prof. Ramdani yang juga Dosen Pasca Sarjana,UIN SGD Bandung.
Lebih jauh Ia memparkan bahwa Keilmuan seorang Guru besar mesti menjadi rujukan bagi masyarakatGuru Besar, akademik maupun masyarakat luas lainnya. Guna meraih hal itu, seorang Guru Besar mesti menjadi panutan dalam hal masuliyatul ilmi antara ilmu dan amal. Paradoks antara ilmu dan amal ini yg menjadi problem Utama tujuan Pendidikan nasional.













