Bandung, Bedanews
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, mengutuk dan mendesak agar pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan Sumedang Ekspres Mamat Munandar (22) yang terjadi Senin (6/5) sekitar pukul13.00 Wib di Sumedang.
Menurut Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan PWI Jabar, Agus Dinar tindak kekerasan dalam bentuk apapun dan kepada siapapun, tidak bisa ditolerir. Apalagi terhadap wartawan, sebagai penyampai informasi demi kepentingan public.
Kronologis kejadiannya, Mamat Munandar tengah melaksanakan tugas jurnalistik dengan penugasan dari redaksi untuk mengkonfirmasi terjadinya kontak fisik antara anggota Ormas Pemuda Pancasila dengan BBC yang terjadi di Bandung. Bentrokan kedua ormas tersebut meluas hingga ke Sumedang.
Karena itu, untuk kepentingan pemberitaan Mamat Munandar datang ke Sekretariat PP Sumedang atas penugasan redaksinya. Dia diterima oleh pengurus PP Sumedang dan konfirmasi tersebut berlangsung dengan baik. Tetapi saat Mamat memoto gedung Sekretariat PP, tiba-tiba dia dihajar oleh sedikitnya enam anggota PP Sumedang.
Melihat kronologi terjadinya kekerasan tersebut menurut Agus Dinar, jelas bahwa para pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan dengan sengaja. ”Kami yakin para pelaku tahu bahwa korban adalah wartawan. Karena itu kami mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas para pelaku kekerasan tersebut,” tandas Agus.
Seperti diketahui, wartawan koran Sumedang Ekspres, Mamat Munandar (22 tahun), menjadi korban pemukulan sejumlah anggota sebuah organisasi massa, Senin siang, (6/5). Korban Mamat Munandar, Senin malam dimintai keterangan di kantor Kepolisian Resort Sumedang, terrmasuk sejumlah pengurus Ormas PP Sumedang.
Menurut Redaktur Sumedang Ekspres Gunawan, Mamat diutus kantor untuk mewawancarai pengurus Pemuda Pancasila (PP) di Sekretariat PP di Jalan Angkrek, Sumedang. Tugas peliputan itu terkait penyerangan ormas Pemuda Pancasila ke ormas lain di Sumedang, sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (6/5).
Satu jam setelah bentrokan, Mamat datang ke markas PP. Usai wawancara dia memotret sekretariat ormas tersebut, Tapi, saat hendak pulang, sekelompok anggota PP mengeroyoknya, jelasnya.
Sebelumnya, kata Gunawan, kelompok pemuda itu menanyakan kartu identitas Pers Mamat. Sementara itu, Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eka Satria Bakti menyatakan pihaknya, sudah mengamankan dan memeriksa keenam tersangka pelaku pengeroyakan itu. (hermanto)











