Setelah berjalan kaki menempuh jarak lima kilo meter, kelompok-kelompok pajurit Pussimpur pun tiba bergantian di finish tepatnya di depan pintu Gua Belanda. Sementara kelompok yang dipimpin Danpussimpur tampak memasuki Gua Belanda dari pintu belakang gua. “Kita sekarang berada d Gua Belanda, kita coba masuk dan ingin tahu sejauh mana sampai tembus ke depannya seperti apa” kata Danpussimpur saat memasuki gua.
Dengan penerangan cahaya dari HP, rombongan ini berjalan menyusuri gua. Memang tidak ada cahaya yang masuk ke dalam gua, karena gua ini dibuat dari gunung yang dilubagi, tapi isi dalamnya cukup bersih dan terawat.
Mari sejenak, kita simak sedikit tentang Gua Belanda, dikenal juga dengan Goa Belanda, sudah ada sejak era kolonial, tepatnya dibangun pada tahun 1901 oleh Belanda. Aslinya, gua ini adalah sebuah terowongan yang dibuat untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan penggunaan gua ini mengalami perubahan dramatis. Pada tahun 1918, gua ini direnovasi dan diperluas, menambah beberapa koridor dan ruang baru untuk kepentingan militer.












