Dalam kesempatan tersebut, Danpushidrosal didampingi oleh Asisten Operasi Danpushidrosal, Kepala Dinas terkait, serta tim teknis Pushidrosal. Kehadiran rombongan Pushidrosal disambut langsung oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP, Kartika Listriana, beserta jajaran staf KKP.
Paparan teknis hasil survei hidro-oseanografi disampaikan oleh Kasubdis Pengolahan Data Survei Dishidro Pushidrosal Letkol Laut (KH) Ainun Pujo Wiryawan, S.T., M.T. Ia menjelaskan bahwa survei di Teluk Jakarta seluas 260 Km2 dan Perairan Semarang seluas 102 Km2 dilakukan selama kurang lebih 35 hari yang meliputi kegiatan akuisisi, pengolahan, permodelan dan analisa data hasil pengamatan geodetik, survei batimetri (multibeam echosounder, singlebeam echosounder dan hand echosounder), pencitraan permukaan dasar laut dengan side scan sonar, survei ketebalan sedimen dengan sub bottom profiler, survei anomali kemagnetan lokal dengan magnetometer, pengamatan pasang surut, pengukuran arus dan gelombang, pengukuran kualitas air di Teluk Jakarta, pengamatan meteorologi, soil investigation dengan drilling/boring dan aspek hidro-oseanografi lainnya. Data hasil survei tersebut menjadi acuan penting dalam permodelan pembangunan Sea Wall.










