Ciamis, BEDAnews
Pemprov Jabar tahun anggaran 2013 meluncurkan kegiatan pemberdayaan purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di 9 kabupaten kepada 9 desa. Sebagai penanggung jawab kegiatan pemprov Jabar, Balai Kegiatan TKI melibatkan Dinsosnakertrans Kab Tasikmalaya sebagai penyedia tempat dan peserta, Forum Purna TKI Jabar dan Migran Institut berperan sebagai fasilitator menerapkan perogram Pasilitasi dan Bimbingan rintisan bagi 50 orang purna TKI exs Timurtengah, Arab Saudi, Asia Pasipik, Hongkong dan Taiwan warga desa PagerAgeung, kecamatan Pager Ageung, Tasikmalaya.
“Tujuan dari kegiatan hari ini untuk bisa memfasilitasi / memberikan motivasi kepada purna TKI agar mulai saat ini membuka cakrawala pengetahuan untuk merintis usaha,” kata Kepala Balai Pelayanan TKI Terpadu DISNAKERTRANS Jabar, Diana Rahmadyani kepada BEDAnews.com saat berlangsung acara Pasilitasi dan Bimbingan Rintisan bagi Purna TKI, di Gedung Serbaguna Desa Pager Ageung, Selasa (19/11/2013).
Ini lanjutnya merupakan rintisan program awal inisiatif dipandu fasilitator / pendamping dari Migran Institut yang merupakan sisi bagian dompet dhuafa dengan program pemberdayaan, dan Forum Purna TKI, supaya mereka mengetahui potensi peribadi, lingkungan, rencana usaha yang akan berlanjut dengan bimbingan sampai akhir tahun 2013 sampai bisa menentukan bidang usaha yang benar-benar sesuai / usaha peroduktif.
Sementara itu, Kasi Penempatan dan Peningkatan Peroduktifitas Kerja Bidang Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kab Tasikmalaya, Safrudin Korompot mengatakan Program strategis pencegahan dari pusat, provinsi hingga kabupaten supaya mereka tidak kembali bekerja ke luar negeri.
“Pemerintah berkewajiban bagaimana mereka yang pulang dari bekerja di luar negeri, hasilnya diberdayakan kepada usah peroduktif,” seraya menambahan, mereka diarahkan supaya siap masuk dunia kerja sektor informal untuk diberdayakan, ditingkatkan baik minat, bakat, maupun kemampuan.
Harapannya, mereka bisa mengembangkan usaha dikampung asal, seperti usaha aneka makanan jajan pasar, pengolahan hasil pertanian, perikanan, bisa memberdayakan dirinya dan keluarga, serta menyerap tenaga kerja, selanjutnya akan di stimulan dengan sarana usaha produktif, ujar Safrudin. (abraham)











