“Apa yang kita lakukan tentunya harus terlihat karena agar tidak ada stigma lagi soal anggota dewan apa kerjanya? Jadi program-program diliput oleh media dan saat ini di DPRD Kota Bandung media sosialnya aktif untuk menyebarluaskan informasi soal kinerja DPRD Kota Bandung,” kata Indri.
Oleh karena itu, Indri ingin membuktikan kehadiran perempuan di DPRD Kota Bandung dapat mengawal dan membuat peraturan daerah yang dibutuhkan masyarakat Kota Bandung. Salah satunya adalah Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan yang beberapa waktu ke depan akan rampung.
“Kita baru menyelesaikan pansus 5 Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan. Allhamdulillah akan segera hadir yang selama ini Kota Bandung belum punya perda itu,” tuturnya.
Dalam acara ini turut hadir Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Wakil Rektor III Telkom University, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M serta Seniman, Vinny Soemantri sebagai pembicara dalam Public Talk ini.**













