Bambang menyatakan, pada hari pertama PTMT Bertahap di Kota Bandung pada 8 September lalu, hanya diikuti 330 sekolah di semua jenjang. Satuan pendidikan tersebut merupakan sekolah yang lolos verifikasi dan uji coba pada 2-15 Juni lalu.
“Karena mereka sudah melaksanakan uji coba. Maka sudah diizinkan untuk menggelar PTMT dengan syarat tetap maksimal 50 persennya saja dari siswa yang diizinkan,” tururnya.
Memasuki tahap kedua, Bambang menyebutkan, ribuan sekolah di Kota Bandung berbondong-bondong mengajukan PTMT Bertahap. Namun, Pemkot Bandung tidak gegabah dan tetap memverifikasinya secara ketat.
Langkah pertamanya, tiap satuan pendidikan harus mengisi 30 daftar periksa sebagai prasyarat mengajukan PTMT Bertahap. Mayoritas daftar periksa ini menyangkut dengan kesiapan sekolah perihal protokol kesehatan.











