Menurut Gita, CN295 merupakan pengembangan dari pesawat CN235, dimana badan pesawatnya (fuselage) diperpanjang tiga meter yang mampu membawa 50 penumpang dan menggunakan mesin terbaru turboprop Pratt & Whitney PW127G yang dilengkapi enam bilah baling-baling Hamilton Standard 586-F.
“Pesawat CN295 mampu mengakomodasi 3 console, dilengkapi dengan Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan merupakan pesawat transport medium yang dapat mengangkut 71 pasukan dengan Lateral Seat Installed,” terangnya.
Dikatakannya, pesawat CN295 dilengkapi Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal laut serta menentukan posisi objek.
Pesawat CN295 juga dilengkapi dengan IFF Interegator, sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui lawan atau kawan, serta dilengkapi pula dengan SATCOM, sistem komunikasi satelit.













