Bandung, BEDAnews
Di usianya yang semakin matang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa kereta api. Komitmen itu terungkap saat perayaan hari jadi PT KAI yang ke-68 di halaman Kantor Pusat PT KAI, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Sabtu (28/9).
PT KAI saat ini telah tercatat sebagai BUMN yang paling agresif dan inovatif dalam pembenahan korporasi selama empat tahun terakhir. Hal ini terbukti dari berbagai perbaikan fundamental pada kinerja keuangan, manajemen, dan yang terutama pelayana kepada pengguna jasa kereta api.
Dalam keterangan persnya, Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan menyatakan, tema yang diusung pada perayaan HUT Kereta Api tahun ini adalah Gemilang Berkarya Menuju Kemajuan Transportasi. Tema ini berarti, melalui inovasi yang terus menerus dan berkesinambungan yang telah dan akan dilakukan PT KAI, diharapkan dapat mewujudkan sistem perkeretaapian yang makin maju.
“Kami terus berbenah, berinovasi, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Komitmen kami untuk memajukan transportasi di Indonesia khususnya kereta api,” tutur Jonan.
Jonan menambahkan, pada peringatan HUT PT KAI yang ke-68 masih meninggalkan ironi yang mendalam. Meski, dapat dikatakan, sudah menemukan titik gemilang, namun adanya sejumlah jalur kereta api yang non aktif membuat ketimpangan tersendiri.
“Jalur seperti Tuntang–Ambarawa, Bandung–Sukabumi, Cianjur–Sukabumi, Yogyakarta–Semarang, mati. Padahal jalur tersebut sangat potensial untuk digarap. Sudah tiga kali kami mengajukan permohonan untuk dibukanya jalur tersebut, tetapi sampai sekarang belum ada kabar positif dari kementerian perhubungan,” tandasnya.
Jonan menegaskan, maju mundurnya PT KAI mengikuti irama politik dan kebijakan pemerintah. Dirinya berharap, dapat membawa PT KAI meningkatkan pelayanan dan kapasitas angkut orang serta barang. Salah satunya adalah dengan adanya menghidupkan kembali jalur-jalur KA yang selama ini mati. (Lanie)











