Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasehat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – *Pendahuluan*
Dalam geopolitik internasional, perdamaian sering kali bukan tentang menghapus konflik, melainkan mengendalikan konflik agar tetap berada dalam batas kepentingan. Karena itu, setiap proposal damai hampir selalu membawa dua pesan sekaligus: pesan diplomasi dan pesan tekanan.
Hal itulah yang saat ini terlihat dalam proposal tandingan Amerika Serikat terhadap Iran.
Washington dikabarkan hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran tetap beroperasi, meminta Teheran menyerahkan ratusan kilogram uranium yang telah diperkaya, menolak kompensasi atas dampak sanksi ekonomi, serta belum bersedia mencairkan sebagian aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Pada saat yang sama, Amerika juga berharap Iran membantu meredam berbagai konflik kawasan, termasuk di Lebanon dan beberapa titik strategis Timur Tengah lainnya.













