Bandung, BEDAnews
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanandy, mempertanyakan perkembangan pembangunan sarana olahraga oleh Dinas Olah Raga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat yang dipersiapkan untuk dipergunakan dalam Pekan Olahraga Nasional XIX 2016 di Jabar mendatang.
Dari hasil monitoring Komisi D DPRD Jabar ke Sport Center Arcamanik Jabar – kota Bandung, SOR Kota Cirebon, SOR Kab. Purwakarta dan SOR Kota Bekasi, dikhawatirkan pembangunannya belum akan tuntas sampai pelaksanaan PON 2016, ujar anggota Komisi D DPRD Jabar ini, dalam keterangannya kepada Bedanews.com diruang kerja Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar, jl. Diponegoro Bandung, Rabu (3/7).
Sebagai gambaran, untuk SOR Arcamanik Bandung proses pekerjaan pembebasan lahanpun belum seluruhnya dapat diselesaikan. Hal yang sama juga terjadi pada progress pembangunan sarana olahraga di Purwakarta, lahan juga belum selesai dibebaskan seluruhnya, tutur Daddy.
Dari rapat kerja antara Komisi D DPRD Prov. Jabar yang membidangi Pembangunan dengan OPD Pemprov Jabar, terungkap pembangunan sarana olahraga yang dipersiapkan dalam rangka PON Tahun 2016 di Jabar tersebut ternyata belum dapat diselesaikan secara tuntas.
Untuk mendukung suksesnya Jabar sebagai tuan rumah PON XIX 2016, DPRD Jabar mendukung pemprov Jabar untuk mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk juga dukungan penganggaran. Bahkan, sejak tahun anggaran 2012 sudah puluhan miliar rupiah digulirkan untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Lebih jauh dikatakan Daddy, mengingat waktu yang tersisa sekitar 2 tahunan lagi, sementara tahapan pembanganan masih banyak yang belum terselesaikan, dikhawatirkan sampai pelaksanaan PON, sarana-sarana tersebut tidak dapat dipergunakan, ujarnya.
Ditegaskan Daddy, dalam mengantisipasi kebutuhan venues/sarana olahraga untuk ajang PON, pihaknya meminta pemprov Jabar memalui Dinas Olahraga untuk secepatnya menyampaikan data sarana olahraga yang akan dipergunakan untuk PON. Data tersebut sangat penting bagi Dewan, agar didalam penyusunan anggaran dapat diketahui, mana yang harus dibangun dan mana yang cukup direhabilitasi saja, pungkasnya. (hermanto)











